By: Ps. Dr. Marganti Sihite
Jakarta, 5 Juli 09
Introduction:
Sewaktu anda mendengar kata MISI DUNIA apa yang langsung terlintas di benak anda? Keluar dari lingkungan dan budaya saya dan pergi ke tempat dimana Tuhan utus. Allah Bapa rindu sekali membuat saya menjadi orang Kristen kelas dunia dan bukan menjadi orang Kristen kelas kampungan. Tuhan Yesus mengatakan di FirmanNYA untuk saya pergi dan memberitakan Injil ke seluruh dunia. Saya adalah kandidat pertama yang Tuhan pilih untuk pekerjaan ini.
Inti Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 19: 10
1. Misi Dunia adalah inisiatif dari Allah Bapa. (Yohanes 3: 16)
2. Misi Global Tuhan selalu tertarik pada seluruh Dunia. (Mark 13: 10 dan 16: 15)
a. Apa yang dilakukan Allah di Dunia ini?
b. Bagaimana Situasi Dunia saat ini?
3. Masalahnya bukanlah TUAIAN, tetapi kurangnya pekerja. (Mat 9:37)
4. Saya harus ada pengalaman misi minimal sekali di salah satu dari empat wilayah (Kisah Rasul 1: 8)
a. Yerusalem : komunitas kita sendiri
b. Yudea : di negara kita
c. Samaria : Pengalaman lintas budaya di Negara kita.
d. Ujung Bumi : Proyek-proyek di Negara lain.
5. Misi Dunia dimulai dengan saya. (Matius 28:19)
a. Memililki paspor
b. Membawa alkitab
c. Menguasai bahasa asing
Wednesday, August 12, 2009
Saya adalah ALAT PILIHAN Tuhan
by: Ps. Dr. Marganti Sihite
Jakarta, 21 Juni 09
Saulus tidak ada ditempat sewaktu Tuhan Yesus mengatakan “mari ikutlah Aku, kamu akan kujadikan PENJALA MANUSIA (Mat 4: 19). Dalam perjalanannya ke Damsyik untuk membunuh murid-murid Yesus, dia berjumpa langsung dengan Tuhan Yesus dan mengalami sebuah transformasi di dalam hidupnya. Namanya kemudian dirubah menjadi Paulus. Tuhan Yesus harus membuat paulus buta secara jasmani terlebih dahulu sebelum dia dipakai secara rohani.
Murid-murid Yesus yang pertama tidak mengalami perjumpaan seperti yang dialami Paulus. Mereka berjumpa Yesus dalam keadaan kehidupan normal dan rutinitas setiap hari. Cara Tuhan Yesus memanggil dan menyelamatkan anda pertama kali akan menentukan bagaimana anda menjalani hidup rohani anda saat ini.
Ingatkah anda, kapan terakhir kali anda memberitakan Injil ke orang lain?
1. Satu jiwa berharga di mata Tuhan. Kisah Para Rasul 9: 4 – 19a
2. Setiap orang Kristen lahir baru harus bisa menjadi menjadi saksi di Dunia ini.
I Kor 9: 18-23
Moto hidup Paulus di I Kor 9: 16c “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil
BAGAIMANA CARA PAULUS MEMBERITAKAN INJIL KRISTUS? Filipi 2:5-8
Untuk memenangkan sebanyak mungkin orang, Paulus memilih untuk menjadikan dirinya Hamba dari semua orang
3. 7 Gunung yang membentuk budaya-budaya bumi. (The 7 mind molders of culture and The Mountain of the Lord.) (Yesaya 2: 2)
1. Gunung AGAMA
2. Gunung KELUARGA
3. Gunung PENDIDIKAN
4. Gunung PEMERINTAHAN
5. Gunung MEDIA
6. Gunung SENI & HIBURAN
7. Gunung BISNIS
4. Peran ROH KUDUS dalam memenangkan jiwa wajib dimiliki oleh setiap orang Kristen. (Kisah Para Rasul 1: 8)
Jakarta, 21 Juni 09
Saulus tidak ada ditempat sewaktu Tuhan Yesus mengatakan “mari ikutlah Aku, kamu akan kujadikan PENJALA MANUSIA (Mat 4: 19). Dalam perjalanannya ke Damsyik untuk membunuh murid-murid Yesus, dia berjumpa langsung dengan Tuhan Yesus dan mengalami sebuah transformasi di dalam hidupnya. Namanya kemudian dirubah menjadi Paulus. Tuhan Yesus harus membuat paulus buta secara jasmani terlebih dahulu sebelum dia dipakai secara rohani.
Murid-murid Yesus yang pertama tidak mengalami perjumpaan seperti yang dialami Paulus. Mereka berjumpa Yesus dalam keadaan kehidupan normal dan rutinitas setiap hari. Cara Tuhan Yesus memanggil dan menyelamatkan anda pertama kali akan menentukan bagaimana anda menjalani hidup rohani anda saat ini.
Ingatkah anda, kapan terakhir kali anda memberitakan Injil ke orang lain?
1. Satu jiwa berharga di mata Tuhan. Kisah Para Rasul 9: 4 – 19a
2. Setiap orang Kristen lahir baru harus bisa menjadi menjadi saksi di Dunia ini.
I Kor 9: 18-23
Moto hidup Paulus di I Kor 9: 16c “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil
BAGAIMANA CARA PAULUS MEMBERITAKAN INJIL KRISTUS? Filipi 2:5-8
Untuk memenangkan sebanyak mungkin orang, Paulus memilih untuk menjadikan dirinya Hamba dari semua orang
3. 7 Gunung yang membentuk budaya-budaya bumi. (The 7 mind molders of culture and The Mountain of the Lord.) (Yesaya 2: 2)
1. Gunung AGAMA
2. Gunung KELUARGA
3. Gunung PENDIDIKAN
4. Gunung PEMERINTAHAN
5. Gunung MEDIA
6. Gunung SENI & HIBURAN
7. Gunung BISNIS
4. Peran ROH KUDUS dalam memenangkan jiwa wajib dimiliki oleh setiap orang Kristen. (Kisah Para Rasul 1: 8)
Monday, June 15, 2009
Penginjilan: Gaya Hidup Murid Kristus
By: Ps. Rommy Endey
Bulan lalu, kita telah belajar bahwa kita diciptakan untuk menjadi Murid dan menjadikan Murid. Langkah selanjutnya setelah kita menjadi murid adalah: Memberitakan Injil!
Memberitakan Injil adalah mutlak harus kita lakukan sebagai murid Kristus. Mengapa? Karena Yesus sendiri telah memberikan teladan kepada kita. Tuhan menciptakan kita dan menyelamatkan kita hanya dengan SATU TUJUAN yaitu: MEMBERITAKAN INJIL KESELAMATAN.
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Mat 4:23
Kata Injil pertama kali ditulis di dalam Mat. 4:23. Yesus telah menjadi teladan bagi kita. Dia tidak datang ke dunia untuk bersenang-senang, tetapi untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Kesaksian:
Kapan saya pertama kali bertobat ?
Siapa orang yang pertama kali saya beritakan Injil?
Apa yang Yesus lakukan?
1. Berjalan keliling (Aktif)
2. Mengajar
3. Memberitakan Injil
4. Mendoakan orang sakit
Media apa saja yang bisa kita pakai untuk memberitakan Injil?
1. Hidup kita (Teladan)
2. Perkataan kita
3. Tulisan
4. Teknologi
Bulan lalu, kita telah belajar bahwa kita diciptakan untuk menjadi Murid dan menjadikan Murid. Langkah selanjutnya setelah kita menjadi murid adalah: Memberitakan Injil!
Memberitakan Injil adalah mutlak harus kita lakukan sebagai murid Kristus. Mengapa? Karena Yesus sendiri telah memberikan teladan kepada kita. Tuhan menciptakan kita dan menyelamatkan kita hanya dengan SATU TUJUAN yaitu: MEMBERITAKAN INJIL KESELAMATAN.
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Mat 4:23
Kata Injil pertama kali ditulis di dalam Mat. 4:23. Yesus telah menjadi teladan bagi kita. Dia tidak datang ke dunia untuk bersenang-senang, tetapi untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Kesaksian:
Kapan saya pertama kali bertobat ?
Siapa orang yang pertama kali saya beritakan Injil?
Apa yang Yesus lakukan?
1. Berjalan keliling (Aktif)
2. Mengajar
3. Memberitakan Injil
4. Mendoakan orang sakit
Media apa saja yang bisa kita pakai untuk memberitakan Injil?
1. Hidup kita (Teladan)
2. Perkataan kita
3. Tulisan
4. Teknologi
Tuesday, June 9, 2009
MAKING DISCIPLE - menjadikan murid
By: Ps Daud Kun
Teks bacaan:
Mat 28:18-20, 2 Tim2:2, Mat 10:7-8, Kis 6:1-7
Pendahuluan
Pertumbuhan gereja bisa terjadi karena 2 hal ini:
1. Penambahan jemaat melalui penginjilan
2. Pelipatgandaan jemaat melalui pemuridan
Karena Amanat Agung mencakup Penginjilan & Pemuridan maka kita tidak bisa memuridkan seseorang sebelum kita sendiri terlebih dahulu menjadi murid yang mau dibentuk karakternya... Karena pemuridan berarti suatu transformasi dari karakter & gaya hidup kita, bukan sekedar mendapatkan informasi/pengetahuan alkitab, atau keahlian-keahlian tertentu.
I. Pola Yesus dalam memuridkan (Kis 1:1)
A. Melakukan (mengerjakan) & mengajar
B. Kemudian pola Yesus ini diikuti oleh ke-12 muridNya ketika diutus... (Mark 6:6b-7,30)
Mereka memberi laporan apa yang mereka kerjakan & ajarkan.
C. Baca juga Luk 10:17-20 (laporam 70 murid)
II. Mengikuti Pola Yesus kita juga memuridkan dlm 3 area ini:
1. Hubungan dengan Bapa (Mark 1:35, Luk 11:1)
Melalui teladan dalam berdoa... Murid2Nya tidak meminta diajarkan cara khotbah tapi cara berdoa...
(Pelayanan pribadi kepada Tuhan terlebih dahulu sebelum melayani pekerjaan Tuhan)
2. Melatih iman dengan memberi contoh terlebih dahulu, mendampingi, lalu mengutus pergi...
Menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, melakukan penginjilan
Ex. Kis3:1-10; luk8:49-56
3. Membentuk karakter yang kuat lewat disiplin, tegoran, untuk melihat ketundukan & nilai-nilai yang dipegang seorang murid saat ada tekanan.
Ex. 2 Tim 2:2-6 (karakter prajurit, olahragawan & petani)
III. Kita dimuridkan untuk memuridkan kembali
A. Jadikan ini tujuan hidup & pelayanan kita
B. Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan otoritas exousia (Luk 10:19) dan kuasa dunamis (Kis 1:8;2:4)
Kesimpulan:
kita berdoa biarlah gereja kita bertumbuh baik dalam penambahan maupun pelipatgandaan melalui pemuridan.
Teks bacaan:
Mat 28:18-20, 2 Tim2:2, Mat 10:7-8, Kis 6:1-7
Pendahuluan
Pertumbuhan gereja bisa terjadi karena 2 hal ini:
1. Penambahan jemaat melalui penginjilan
2. Pelipatgandaan jemaat melalui pemuridan
Karena Amanat Agung mencakup Penginjilan & Pemuridan maka kita tidak bisa memuridkan seseorang sebelum kita sendiri terlebih dahulu menjadi murid yang mau dibentuk karakternya... Karena pemuridan berarti suatu transformasi dari karakter & gaya hidup kita, bukan sekedar mendapatkan informasi/pengetahuan alkitab, atau keahlian-keahlian tertentu.
I. Pola Yesus dalam memuridkan (Kis 1:1)
A. Melakukan (mengerjakan) & mengajar
B. Kemudian pola Yesus ini diikuti oleh ke-12 muridNya ketika diutus... (Mark 6:6b-7,30)
Mereka memberi laporan apa yang mereka kerjakan & ajarkan.
C. Baca juga Luk 10:17-20 (laporam 70 murid)
II. Mengikuti Pola Yesus kita juga memuridkan dlm 3 area ini:
1. Hubungan dengan Bapa (Mark 1:35, Luk 11:1)
Melalui teladan dalam berdoa... Murid2Nya tidak meminta diajarkan cara khotbah tapi cara berdoa...
(Pelayanan pribadi kepada Tuhan terlebih dahulu sebelum melayani pekerjaan Tuhan)
2. Melatih iman dengan memberi contoh terlebih dahulu, mendampingi, lalu mengutus pergi...
Menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, melakukan penginjilan
Ex. Kis3:1-10; luk8:49-56
3. Membentuk karakter yang kuat lewat disiplin, tegoran, untuk melihat ketundukan & nilai-nilai yang dipegang seorang murid saat ada tekanan.
Ex. 2 Tim 2:2-6 (karakter prajurit, olahragawan & petani)
III. Kita dimuridkan untuk memuridkan kembali
A. Jadikan ini tujuan hidup & pelayanan kita
B. Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan otoritas exousia (Luk 10:19) dan kuasa dunamis (Kis 1:8;2:4)
Kesimpulan:
kita berdoa biarlah gereja kita bertumbuh baik dalam penambahan maupun pelipatgandaan melalui pemuridan.
Tuesday, June 2, 2009
DANIEL is a Man of Influence
By: Pastor Dr. Marganti S.
Para Pemimpin-pemimpin di Perjanjian Lama berhasil dalam menjalankan hidup mereka, selama mereka tetap mempertahankan hubungan intimnya dengan Allah. Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda ke tanah Babilonia, telah membuktikan pola gaya hidup Takut akan Allah. God continually blessed Daniel with wisdom, skills, and favor, as long as Daniel maintained his character and courage.
Kitab Daniel menceritakan sebuah ilustrasi yang penuh kuasa tentang apa yang bisa terjadi sewaktu Tuhan Allah bekerja sama dengan seorang muridNYA yang setia untuk menjangkau dunia mereka.
Inti Firman Tuhan: Matius 10:16; Daniel 1: 1- 6; Matius 5: 16
1. Daniel bukan seorang yang dibuang oleh Tuhan tetapi seorang yang diutus untuk sebuah misi khusus.
- Matius 28: 19; Daniel 1: 1–2
2. Daniel mengijinkan karakternya diproses oleh Tuhan.
- Yohanes 6:66
- Karakter itu lebih dari perkataan
- Talenta adalah sebuah pemberian, tetapi Karakter adalah sebuah pilihan.
- Banyak orang ingin mencapai hasil akhirnya tanpa mau melalui proses
3. Daniel bukan hanya menerima kedudukan tinggu (Sementara) di pemerintahan orang fasik, tetapi Dia menerima kedudukan lebih tinggi (Kekal) di pemerintahan Allah.
- Daniel 12:13
- Kecakapan bisa membawa kita ke posisi yang tinggi, tetapi hanya KARAKTER yang bisa mempertahankannya.
Para Pemimpin-pemimpin di Perjanjian Lama berhasil dalam menjalankan hidup mereka, selama mereka tetap mempertahankan hubungan intimnya dengan Allah. Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda ke tanah Babilonia, telah membuktikan pola gaya hidup Takut akan Allah. God continually blessed Daniel with wisdom, skills, and favor, as long as Daniel maintained his character and courage.
Kitab Daniel menceritakan sebuah ilustrasi yang penuh kuasa tentang apa yang bisa terjadi sewaktu Tuhan Allah bekerja sama dengan seorang muridNYA yang setia untuk menjangkau dunia mereka.
Inti Firman Tuhan: Matius 10:16; Daniel 1: 1- 6; Matius 5: 16
1. Daniel bukan seorang yang dibuang oleh Tuhan tetapi seorang yang diutus untuk sebuah misi khusus.
- Matius 28: 19; Daniel 1: 1–2
2. Daniel mengijinkan karakternya diproses oleh Tuhan.
- Yohanes 6:66
- Karakter itu lebih dari perkataan
- Talenta adalah sebuah pemberian, tetapi Karakter adalah sebuah pilihan.
- Banyak orang ingin mencapai hasil akhirnya tanpa mau melalui proses
3. Daniel bukan hanya menerima kedudukan tinggu (Sementara) di pemerintahan orang fasik, tetapi Dia menerima kedudukan lebih tinggi (Kekal) di pemerintahan Allah.
- Daniel 12:13
- Kecakapan bisa membawa kita ke posisi yang tinggi, tetapi hanya KARAKTER yang bisa mempertahankannya.
Role Model
Role Model adalah seseorang yang diperhatikan oleh orang lain untuk ditiru
Filipi 3:17
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
Setelah lahir baru seseorang harus melanjutkan perjalanan rohaninya pada tahap selanjutnya yaitu proses pemuridan. Proses ini dimulai dengan penyamaan nilai/value kemudian hal-hal lainnya bisa dilanjutkan.
Tujuan akhir dari proses pemuridan adalah menjadikan seseorang menjadi pemimpin bukan sekedar pengelola.
Tiga masalah utama yang timbul dalam proses ini :
1. Kompetisi: Skill
2. Sikap: Attitude
3. Emosional: Mental
“Tolonglah orang lain menjadi sukses maka anda juga akan menjadi sukses ”
Role model merupakan jawaban atas ketiga masalah utama tadi, dimana orang lain akan lebih mudah untuk belajar ketika ia juga melihat contoh yang nyata.
Elia dan Elisa adalah contoh yang sangat sukses, Elisa melihat semua tindakan yang dilakukan oleh Elia, mulai dari tantangan yang dihadapi oleh Elia sampai pada akhir hidupnya dimana ia berhasil meneruskan tongkat estafet kepada Elisa.
Semua yang dilakukan oleh Elisa dalam pelayanannya memiliki pola yang sama dengan apa yang dilakukan oleh bapa rohaninya. (1 raja 17...)
Paulus dan Titus apa yang Titus lakukan untuk memberi diri di sunat merupakan pola yang dia pelajari dari Paulus (Galatia 2:3)
Dua hal yang dapat kita pelajari :
1. Menjadi role model adalah sebuah pilihan bukan paksaan.
2. Seorang murid merupakan role model di masa depan.
Filipi 3:17
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
Setelah lahir baru seseorang harus melanjutkan perjalanan rohaninya pada tahap selanjutnya yaitu proses pemuridan. Proses ini dimulai dengan penyamaan nilai/value kemudian hal-hal lainnya bisa dilanjutkan.
Tujuan akhir dari proses pemuridan adalah menjadikan seseorang menjadi pemimpin bukan sekedar pengelola.
Tiga masalah utama yang timbul dalam proses ini :
1. Kompetisi: Skill
2. Sikap: Attitude
3. Emosional: Mental
“Tolonglah orang lain menjadi sukses maka anda juga akan menjadi sukses ”
Role model merupakan jawaban atas ketiga masalah utama tadi, dimana orang lain akan lebih mudah untuk belajar ketika ia juga melihat contoh yang nyata.
Elia dan Elisa adalah contoh yang sangat sukses, Elisa melihat semua tindakan yang dilakukan oleh Elia, mulai dari tantangan yang dihadapi oleh Elia sampai pada akhir hidupnya dimana ia berhasil meneruskan tongkat estafet kepada Elisa.
Semua yang dilakukan oleh Elisa dalam pelayanannya memiliki pola yang sama dengan apa yang dilakukan oleh bapa rohaninya. (1 raja 17...)
Paulus dan Titus apa yang Titus lakukan untuk memberi diri di sunat merupakan pola yang dia pelajari dari Paulus (Galatia 2:3)
Dua hal yang dapat kita pelajari :
1. Menjadi role model adalah sebuah pilihan bukan paksaan.
2. Seorang murid merupakan role model di masa depan.
Tuesday, May 19, 2009
Making Disciple
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,"
(Matius 28:19).
Banyak dari orang percaya yang tahu ayat ini, tetapi hanya sedikit yang sungguh-sungguh terlibat di dalamnya.
Apakah yang dimaksud dengan Pemuridan? Pemuridan adalah suatu proses duplikasi atau regenerasi sebuah kompetensi, pengetahuan, nilai-nilai melalui metode, standar atau goal yang telah “disepakati bersama”. Sebuah proses pemuridan harus dimulai dengan penyamaan Nilai / Value baru hal-hal lainnya bisa lakukan.
"Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain." (2 Timotius 2:2)
Kunci yang paling utama dalam memuridkan orang lain adalah Kepercayaan dan Cakap Mengajar Orang Lain. Saya tidak akan bisa memuridkan orang lain diluar kekuatan dan nilai-nilai yang saya miliki.
Nilai-nilai apakah yang harus dibicarakan sebelum proses pemuridan dilaksanakan?
Objektif yang sama.
b. Tujuan atau goal yang sama.
Siklus memuridkan seseorang dalam kehidupan kita adalah sbb :
I do, you watch --> I do, you help
You do, i help --> You do, I watch
4 hal mengapa saya pribadi perlu dimuridkan:
a. Amanat agung
b. Membentuk karakter pribadi
c. Memiliki nilai-nilai pribadi/values
d. Ketrampilan/skills (Yoh 15:8)
(kotbah Ps Maruli L. 3 Mei 09)
(Matius 28:19).
Banyak dari orang percaya yang tahu ayat ini, tetapi hanya sedikit yang sungguh-sungguh terlibat di dalamnya.
Apakah yang dimaksud dengan Pemuridan? Pemuridan adalah suatu proses duplikasi atau regenerasi sebuah kompetensi, pengetahuan, nilai-nilai melalui metode, standar atau goal yang telah “disepakati bersama”. Sebuah proses pemuridan harus dimulai dengan penyamaan Nilai / Value baru hal-hal lainnya bisa lakukan.
"Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain." (2 Timotius 2:2)
Kunci yang paling utama dalam memuridkan orang lain adalah Kepercayaan dan Cakap Mengajar Orang Lain. Saya tidak akan bisa memuridkan orang lain diluar kekuatan dan nilai-nilai yang saya miliki.
Nilai-nilai apakah yang harus dibicarakan sebelum proses pemuridan dilaksanakan?
Objektif yang sama.
b. Tujuan atau goal yang sama.
Siklus memuridkan seseorang dalam kehidupan kita adalah sbb :
I do, you watch --> I do, you help
You do, i help --> You do, I watch
4 hal mengapa saya pribadi perlu dimuridkan:
a. Amanat agung
b. Membentuk karakter pribadi
c. Memiliki nilai-nilai pribadi/values
d. Ketrampilan/skills (Yoh 15:8)
(kotbah Ps Maruli L. 3 Mei 09)
Subscribe to:
Posts (Atom)